Siasat Warga Atasi Efek Perih Gas Air Mata, Ini yang Dilakukan

11 hours ago 3
Jakarta -

Paparan gas air mata dapat menimbulkan sesak napas hingga perih di mata. Warga menceritakan bagaimana cara mereka mengantisipasi masalah tersebut ketika terpapar.

Salah satunya adalah Gilang Pandutanaya (28), seorang wartawan yang kebetulan sempat meliput aksi demonstrasi di Jakarta Pusat belum lama ini. Ketika sedang liputan, ia mengaku mengalami gejala seperti perih dan panas di mata serta tenggorokan.

Menurutnya, ketika ada gas air mata, sebaiknya langsung menghindar dan mencari daerah dengan udara yang lebih segar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk penanganan awal jika terkena gas air mata, jangan panik, segera menghindar atau menjauh dari pusat asap, kalau bisa berlawanan arah angin dari asap, cari ruang aman untuk menghirup udara yg lebih segar, bisa bilas mata dan kulit dengan air, tapi jangan dikucek," kata Gilang ketika dihubungi dengan detikcom, Sabtu (30/8/2025).

Sebagai langkah pencegahan, Gilang juga selalu membawa pasta gigi, kacamata goggles, dan air untuk membilas wajah. Berkaitan dengan pasta gigi, meski sebenarnya tidak menetralkan gas air mata, menurutnya ini cukup membantu untuk memberikan efek dingin dan meredam perih sementara.

Senada dengan Gilang, Robby Yudistira (28) yang juga berada di lokasi saat demonstrasi melakukan hal serupa. Ketika sudah terasa perih di mata, ia mulai mencuci wajahnya dengan air.

"Kalau sudah perih paling disiram air aja tapi matanya jangan dikucek kata orang-orang, jadi ngikutin aja," cerita Robby.

Pertolongan pertama yang dilakukan saat terpapar gas air mata adalah mencari udara segar. Berpindah ke area yang lebih netral penting dilakukan untuk mengurangi paparan gas air mata ke saluran pernapasan.

dr Wisnu Pramudito D Pusponegoro, SpB dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia menambahkan langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mencuci wajah dengan air bersih. Ini dilakukan agar zat aktif dari gas air mata meluruh, tidak berkumpul, dan memicu iritasi.

"Kalau memang pedih, jangan digaruk. Cuci saja pakai air mengalir yang bersih. Jangan pakai sabun, susu, segala macam. Kalau ke mata, paling baik air mengalir saja," ucap dr Wisnu dalam sebuah kesempatan.

Apabila efek gas air mata menyebabkan iritasi kulit dan perih, pencucian bisa dilakukan dengan air bersih, saline, atau shampo bayi.

"Baby shampoo untuk kulit, bukan mata atau lidokain topikal untuk mengurangi nyeri mata akibat iritasi. Efeknya hanya anestesi sementara, tidak menetralkan senyawa kimia. Tapi perlu pengawasan tenaga medis," jelas pakar farmasi Universitas Gadjah Mada Prof Zullies Ikawati ketika dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

Soal campuran obat maag berupa antasida dan air dingin yang dinarasikan di media sosial bisa menjadi obat nyeri kulit, Prof Zullies menyebut ada potensi untuk manfaat tersebut. Meski demikian, Prof Zullies mengingatkan bukti klinis masih kurang.

"Campuran antasida dengan air dingin menghasilkan larutan basa encer. Saat diaplikasikan ke kulit, cairan ini dapat menurunkan sensasi panas atau terbakar akibat iritasi dengan cara buffering terhadap senyawa iritan yang bersifat asam," katanya.

"Ini juga memberikan efek menyejukkan karena suhu dingin membantu mengurangi sensasi terbakar dan sedikit menurunkan peradangan lokal," tandas Prof Zullies.

(avk/kna)


Read Entire Article