INDEF: Ada atau tidak Adanya Covid-19, Kinerja Sektor Pertanian Terus Merosot

2 hours ago 4
StarJudi
WinJudi
StarJudi
WinJudi
StarJudi winjudi slot
winjudi
Terkuak Bagaimana Cara Pengemudi Ojek Online Mendapatkan Jutaan Setiap Harinya! Cuma Server Thailand yang Bisa Begini?
3 Racikan Super!! Inilah Kisah Pak Gito Supir Gocar yang Berhasil Merubah Nasibnya
Admin Kim Dari Server Thailand: Jangan Pernah Bosen Main di Mahjong Ways, Besok Pasti Menang, Kami Kasih Garansi! Cek Polanya Disini
Beginilah Nasib Pegawai PPSU Setelah Mendaftar di Server Thailand Main Receh Dapat Jepe Juataan
Cuma Disini Dapat Akun Server Thailand Garansi Tarif Murah, Yang Lebih Mahal? Banyak!
Epic Comeback Mahjong Ways Nekat Pakai Bet Gede Main Di Server Thailand
Main Slot Kakek Zeus Di Server Thailand Modal 30K Maxwin 2 Juta
Paling Viral! Server Thailand Kasih Bocoran Tarif Paling Murah, Ojek Online Kembali Berjaya?
Pola Mahjong Hari Ini ! Main Cuma 1 Menit Profit 5,6 Juta
Slot Vivoslot: Slot Online yang Pernah Berjaya Pada Masanya: Game Roma Apa Kabarnya? Bisa Demo?
Starlight Princess x1000: Cerita Sukses Master Jul yang Menang Ratusan Juta Karena Bermain PG Soft
Bagaimana Rahasia yang Terdapat Pada RTP Game Server Thailand yang Tinggi dan Apakah Akan Memunculkan Menang Paus untuk Keuntungan Maksimal?
Efek Samping Dari Bermain Mahjong Ways Tanpa Menggunakan Pola Gacor Terbaru: Bersiaplah Rungkad Jika Tanpa Pola!
Menggemparkan Admin Server Thailand: 3 Trik Menang Besar di Mahjong Ways yang Diviralkan oleh Bang Boro di Media Sosial
3 Shio Ini Akan Mendapatkan Rezeki yang Berlimpah, Cek Disini Cara Menang Besar di Sugar Rush

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyampaikan data historis pertumbuhan sektor pertanian di era Presiden Jokowi terus merosot. Tepatnya sejak 2014 hingga 2023. Pada 2014, sektor pertanian masih tumbuh 4,24 persen. Lalu di 2019 di angka 3,61 persen (sebelum Covid-19). Di 2023, hanya tumbuh 1,3 persen.

"Jadi ada atau tidak ada Covid, kinerja sektor pertanian terus merosot," kata Kepala Center of Food, Energy and Sustainable Development  INDEF, Abra Talattov dalam diskusi  JUARA (Forum Jurnalis dan Akademisi) bertajuk Pengutan Ketahanan Pangan dan Pengentasan Kemiskinan: Pekerjaan Rumah Pemerintah Prabowo-Girbran, disiarkan secara langsung lewat media sosial LP3ES, Ahad (22/9/2024).

Ia melanjutkan, peranannya sektor pertanian terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) juga terus menyusut. Dari 13,34 persen di 2019 menjadi 12,53 persen (2023). 

Kemudian lebih spesifik lagi, di sektor tanaman pangan, kontribusi sektor tersebut terhadap PDB juga semakin menyusut. Dari 3,25 persen pada 2014 menjadi 2,26 persen pada 2023. Pangsa tanaman holtikultura juga turun  dari 1,52 persen (2014) ke 1,37 persen (2023). "Lagi-lagi ini dalam spektrum pemerintahan pak Jokowi," ujar Abra, mempertegas.

Peringkat Global Food Security Index (GFSI) Indonesia pada 2016 berada di urutan 60, deengan skor 60,9. Lalu pada 2022, menempati urutan ke 63 dengan skor 60,9. Di tahun yang sama  (2022), jika dibandingkan dengan sesama negara Asia Tenggara, Indonesia berada di bawah Vietnam (46),  Malaysia (41), Singapura (28).

Tantangan di sektor pertanian atau pangan secara khusus menjadi concern  di pemerintahan  berikutnya. Sebagai latar belakang diskusi ini, tim Juara memuncukkan data angka kemiskinan di Indonesia memang telah mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir, dari 10,14 persen pada 2021 menjadi 9,03 persen pada 2024. Begitu pula angka kemiskinan ekstrem yang menurun dari 2,25 persen di 2020 menjadi 0,83 persen pada tahun 2024.

Namun, menurut Bank Dunia, tingkat kemiskinan ini masih dianggap tinggi, dan Indonesia belum memenuhi target penurunan kemiskinan ekstrem menjadi nol persen sebagaimana ditargetkan pemerintah tahun 2024. Global Finance mencatat Indonesia sebagai salah satu dari 100 negara termiskin di dunia pada tahun 2023.

Di Jawa Tengah, masalah kemiskinan juga masih menjadi perhatian. Litbang Kompas mencatat pada tahun 2023 terdapat 3,79 juta penduduk miskin, atau 10,77 persen dari seluruh populasi di provinsi tersebut. Dengan kata lain, masih ada 3,79 juta jiwa di Jawa Tengah yang pengeluarannya dalam sebulan berada di bawah standar garis kemiskinan versi BPS, yaitu Rp 472.525.

Masalah kemiskinan di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah, sangat berkaitan dengan lemahnya ketahanan pangan. Saat ini, Indonesia belum memiliki solusi pengembangan ketahanan pangan yang handal dan masih bergantung pada impor beberapa komoditas pangan, termasuk beras. Hal ini menunjukkan bahwa kemandirian pangan belum tercapai.

Read Entire Article