Pramono Anung: KJP Siswa yang Diamankan Saat Demo Tak Akan Dicabut

7 hours ago 5
Pelajar datang ke area demo membawa bambu dan merusuh hingga polisi menembakan gas air mata di kawasan depan gerbang Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (22/8/2024). Foto: Abid Raihan/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Kartu Jakarta Pintar (KJP) milik siswa yang diamankan polisi saat demo tidak akan dicabut.

“Jadi urusan KJP itu kewenangan sepenuhnya pemerintah Jakarta. Dan dalam hal ini tidak ada keinginan kami untuk mencabut KJP,” kata Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (29/8).

Selain itu, Pramono juga menjelaskan soal kegiatan belajar mengajar di sejumlah wilayah yang terdampak aksi massa.

Pengunjuk rasa melakukan aksi di depan Markas Komando (Mako) Brimob Polda Mtero Jaya, Kwitang, Jakarta, Jumat (29/8/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Menurutnya, sebagian besar sekolah tetap berjalan normal, meski ada beberapa yang memilih meliburkan aktivitas tatap muka.

“Beberapa sekolah ada yang memang permintaan dari sekolah tersebut, tetapi kalau tidak ada permintaan sekolahnya bisa berjalan dengan biasa,” ujar Pramono.

“Memang ada beberapa sekolah yang meminta untuk diliburkan. Artinya melakukan work from home (WFH), tetapi sebenarnya hampir sebagian besar sekolah di Jakarta sekarang ini berjalan normal,” tutupnya.

Pram juga meminta seluruh sekolah di Jakarta memperketat pengawasan terhadap siswanya agar tidak terlibat dalam aksi demonstrasi.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat acara 18th Congress PBI and International Conference on Biodiversity and Future di Universitas Nasional, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (26/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Instruksi tersebut ia sampaikan melalui Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana.

“Secara khusus saya sudah meminta kepada Bu Nahdiana untuk berkomunikasi dengan seluruh sekolah yang ada di Jakarta, dengan kepala-kepala sekolah. Beberapa tentunya diminta untuk sekolah memberikan pengawasan yang ketat untuk tidak ikut demo-demo yang terjadi beberapa hari ini,” kata Pramono saat ditemui di Pusat Dokumen Sastra HB Jassin, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).

Pramono menegaskan, meski demonstrasi merupakan bagian dari demokrasi, pelajar tetap harus difokuskan pada kegiatan belajar.

Karena itu, pengawasan sekolah menjadi penting untuk mencegah keterlibatan siswa dalam aksi massa.

Read Entire Article