Sebelumnya, IHSG BEI pada Rabu (28/1) ditutup melemah tajam akibat aksi panic selling pelaku pasar menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait proses review dan rebalancing saham Indonesia.
IHSG saat itu ditutup turun 659,67 poin atau 7,35 persen ke level 8.320,55.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan IHSG dipicu oleh penilaian MSCI mengenai transparansi pasar saham Indonesia serta rendahnya tingkat free float sejumlah emiten. Laporan tersebut dinilai membuka dugaan praktik manipulasi harga saham.
“Ini hanya syok sesaat. Jadi pasti perusahaan-perusahaan itu akan bisa memenuhi syarat MSCI dan akan bisa masuk ke indeksnya MSCI maupun ya saham yang boleh diinvestasi oleh perusahaan-perusahaan asing global gitu,” ujar Purbaya.
Namun demikian, pada perdagangan Jumat sore, IHSG kembali menguat di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia.
IHSG ditutup naik 97,41 poin atau 1,18 persen ke posisi 8.329,61. Sementara indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 20,52 poin atau 2,52 persen ke level 833,53.

4 days ago
13














English (US) ·