Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mulai menyasar kepada ibu hamil, menyusui hingga balita. Sehingga, bukan lagi diberikan kepada anak-anak sekolah.
Hal ini disampaikan usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, di Sentul Internasional Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).
"Ya begini, makan bergizi ini sudah menyasar ibu hamil, ibu menyusui, anak balita dan seluruh anak sekolah sampai usia 18 tahun dan juga seluruh anak putus sekolah atau yang berhenti sekolah sampai usia 18 tahun, disabilitas," kata Dadan kepada wartawan.
Nantinya, mekanisme pemberian MBG itu pun akan dibicarakan terlebih dahulu oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul.
"Dan tadi Pak Mensos ingin berbincang lebih lanjut terkait mekanisme pemberian pada lansia ya tentunya itu tugas Mensos," ujarnya.
"Tapi kemudian kita akan integrasikan bagaimana caranya agar dalam satu kesatuan ini bisa diberikan di dalam satu daerah misalnya," sambungnya.
Perbincangan itu bukan hanya terkait pemberian MBG terhadap ibu hamil dan menyusui saja. Melainkan juga untuk lanjut usia (lansia).
Kemudian, ia memastikan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan hadir di setiap sekolah rakyat untuk bisa menyediakan MBG.
"Nanti mekanismenya harus kita bicarakan lagi, tapi yang jelas kalau untuk sekolah rakyat di mana ada sekolah rakyat maka di situ ada SPPG dan makannya dilakukan oleh Badan Gizi Nasional pagi, siang, sore," pungkasnya.
Reporter: Merdeka.com/Nur Habibie

1 day ago
4














English (US) ·