7 Kebiasaan Sehari-hari Warga Jepang yang Bikin Umur Panjang

20 hours ago 6
Jakarta -

Jepang dikenal sebagai negara dengan penduduk berusia panjang, terutama Okinawa yang terkenal memiliki banyak centenarian atau orang yang berusia lebih dari 100 tahun. Rahasianya bukan sesuatu yang ajaib, melainkan kombinasi kebiasaan sehat, tradisi budaya, dan gaya hidup penuh kesadaran, semua hal ini sebenarnya bisa diterapkan siapa saja.

Mulai dari pola makan hingga rutinitas harian, masyarakat Jepang menunjukkan banyak pelajaran berharga tentang cara tetap bugar serta bahagia di usia 80-an bahkan lebih. Dikutip dari Times of India, berikut tujuh kebiasaan sehari-hari yang layak ditiru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Hara Hachi Bu

Di Okinawa, masyarakat menjalani kebiasaan yang disebut hara hachi bu, yaitu berhenti makan ketika merasa sudah sekitar 80 persen kenyang. Kebiasaan sederhana ini membantu mencegah makan berlebihan, menjaga berat badan tetap sehat, serta menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes.

Alih-alih selalu menghabiskan makanan di piring, mereka lebih mendengarkan tubuh dan berhenti sebelum benar-benar kekenyangan. Sejumlah penelitian menunjukkan, pembatasan kalori berkaitan dengan umur panjang, sehingga pendekatan mindful eating ala Jepang ini bisa menjadi salah satu cara paling sederhana namun efektif untuk memperpanjang usia.

2. Shinrin-Yoku

Masyarakat Jepang memiliki kebiasaan yang disebut shinrin-yoku atau 'mandi hutan', yaitu membenamkan diri dalam suasana alam. Aktivitas ini bukan tentang mendaki atau olahraga, melainkan berjalan perlahan dengan penuh kesadaran di antara pepohonan.

Penelitian menunjukkan kebiasaan ini dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mengurangi hormon stres. Meski tidak tinggal di hutan cedar Jepang, berjalan santai di taman kota atau ruang terbuka hijau juga mampu memberikan manfaat serupa.

3. Ikigai

Salah satu rahasia panjang umur masyarakat Jepang adalah ikigai, rasa memiliki tujuan atau alasan untuk bangun setiap pagi. Bisa berupa berkebun, memasak, merawat keluarga, atau sekadar menekuni hobi yang dicintai. Memiliki ikigai membuat pikiran tetap aktif dan suasana hati terjaga positif.

Penelitian juga menunjukkan hidup dengan tujuan dapat menurunkan risiko demensia dan penyakit jantung. Singkatnya, ikigai bukan hanya soal hidup lebih lama, tetapi juga hidup lebih bermakna.

4. Terapi Onsen

Jepang terkenal dengan onsen atau pemandian air panas, yang dipercaya memiliki manfaat terapeutik. Rendaman mineral alami ini dapat memperlancar peredaran darah, meredakan nyeri sendi, dan membantu tubuh lebih rileks.

Meski tidak semua orang memiliki akses ke onsen, mandi air hangat dengan tambahan garam Epsom bisa memberikan efek serupa. Kebiasaan ini terbukti mampu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur, dua faktor penting untuk umur panjang.

5. Ritual Teh Hijau

Bagi masyarakat Jepang, teh hijau bukan sekadar minuman, melainkan ritual harian. Teh ini kaya antioksidan, terutama katekin, yang bermanfaat bagi kesehatan jantung, meningkatkan metabolisme, hingga membantu mencegah kanker.

Menggantikan secangkir kopi dengan teh hijau bisa jadi pilihan sederhana untuk tubuh lebih sehat. Proses menyeduh dan menyeruput dengan tenang juga membantu melatih fokus dan ketenangan.

6. Radio Taiso

Radio taiso, senam harian yang sudah ada sejak 1920-an. Gerakannya sederhana, berdampak rendah, dan bisa diikuti semua usia, sehingga membantu menjaga kelenturan sendi dan kekuatan otot. Kuncinya ada pada konsistensi.

Tidak perlu olahraga berat di gym, cukup 10 menit gerakan setiap hari sudah memberi manfaat besar. Radio taiso membuktikan bahwa kebiasaan kecil yang rutin bisa berbuah panjang umur.

7. Menghormati Lansia

Di Jepang, orang tua dihormati dan menjadi bagian penting dalam keluarga serta komunitas. Ikatan sosial yang kuat ini membantu mencegah kesepian dan depresi, dua hal yang bisa memperpendek usia. Faktanya, hubungan sosial yang sehat sama pentingnya dengan pola makan dan olahraga.

Dari Jepang kita bisa belajar untuk merawat hubungan, meluangkan waktu bersama orang tercinta, serta membangun ikatan lintas generasi. Hati dan pikiran yang bahagia bisa menambah usia sama efektifnya dengan makanan super apa pun.

(suc/suc)


Read Entire Article