Liputan6.com, Jakarta - PLN UID Lampung terus mendorong keberlanjutan lingkungan pesisir melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan melakukan penanaman 33.000 bibit mangrove di wilayah pesisir Pesawaran.
Kegiatan tersebut menjadi sebuah langkah konkret dalam menjaga ekosistem laut dan juga mendukung pembangunan berkelanjutan. Penanaman mangrove yang dilaksanakan di Marines Eco Park Pesawaran, itu berkolaborasi dengan pegawai PLN UID Lampung bersama dengan Brigif 4 marinir, serta masyarakat setempat yang turun membantu langsung proses penanaman.
Sinergi lintas pemangku kepentingan tersebut memperkuat upaya perlindungan wilayah pesisir dari ancaman abrasi, erosi, dan juga dampak perubahan iklim.
Mulai unsur masyarakat, kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dusun Warna Sari, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran Sulaeman, Ketua RT 4 Ibu Ismawati, juga beberapa tokoh masyarakat A. Subroto dan Junaidi Abdullah.
Keterlibatan langsung masyarakat menjadi bagian terpenting dalam mendukung keberlanjutan program pelestarian lingkungan.
Manager Komunikasi PLN UID Lampung, Darma Saputra, mengatakan bahwa ini merupakan investasi terhadap lingkungan untuk jangka panjang yang memberikan manafaat ekologis dan sosial bagi masyarakat pesisir.
"Penanaman mangrove tidak hanya bertujuan menjaga ekosistem laut, tetapi juga memperkuat ketahanan pesisir dari abrasi dan banjir rob melalui kolaborasi bersama TNI, pegawai PLN, dan masyarakat," ujarnya dikutip dari Antara, Selasa (27/1/2026).
Selaraskan Agenda Global SDGs 14 Lewat Benteng Pertahanan Pesisir
Saputra juga mengatakan bahwa kegiatan penanaman mangrove ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 14 tentang Ekosistem Lautan, yang menekankan perlindungan dan pengelolaan wilayah pesisir dan laut secara berkelanjutan.
"Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas ekosistem pesisir, melindungi habitat biota laut, serta menjadi penyangga alami dari degradasi lingkungan," pungkasnya.
Lebih jauh lagi, inisiatif hijau ini menjadi bukti nyata keseriusan korporasi dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam lini operasionalnya.
Langkah restorasi ini dipandang bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah investasi ekologis jangka panjang yang vital. Hutan mangrove yang tumbuh subur nantinya akan berfungsi sebagai "blue carbon" yang efektif memitigasi dampak pemanasan global.
Dengan merevitalisasi sabuk hijau di pesisir, PLN tidak hanya berupaya memulihkan daya dukung lingkungan yang terdegradasi, tetapi juga menjamin keberlangsungan sumber daya hayati bagi masyarakat sekitar.
Hal ini selaras dengan visi besar transisi energi perusahaan yang tidak hanya berfokus pada keandalan pasokan listrik, tetapi juga pada keberlanjutan bumi sebagai rumah bersama, memastikan generasi penerus dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.
Implementasi Nyata ESG dan Visi Energi Masa Depan
Pihaknya menegaskan bahwa kegiatan yang juga di ikuti aktif oleh Srikandi PLN UID Lampung ini juga sebagai bukti penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
"Sejalan dengan visi transisi energi, mangrove kami pandang sebagai root of energy for sustainability, akar kehidupan yang menopang keseimbangan ekosistem. Melalui penanaman 33.000 mangrove ini, PLN UID Lampung berkomitmen menghadirkan energi yang andal, ramah lingkungan, dan berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan," ujarnya.
Partisipasi aktif gugus tugas Srikandi dalam agenda pelestarian alam ini sekaligus mempertegas pengarusutamaan gender dalam sektor ketenagalistrikan yang inklusif dan berwawasan lingkungan.
Penanaman puluhan ribu vegetasi bakau ini diharapkan mampu menjadi sabuk hijau yang efektif dalam menyerap emisi karbon dalam jumlah masif, sejalan dengan peta jalan perusahaan menuju target Net Zero Emission.
Langkah strategis ini membuktikan bahwa tanggung jawab korporasi tidak lagi terbatas pada aspek teknis penyediaan daya listrik semata, melainkan meluas pada upaya pemulihan daya dukung bumi yang kian krusial.
Dengan merawat akar-akar kehidupan di pesisir, PLN sejatinya tengah membangun fondasi peradaban yang tangguh terhadap ancaman perubahan iklim, memastikan bahwa setiap watt energi yang disalurkan selaras dengan kelestarian alam yang harus diwariskan kepada generasi penerus dalam kondisi yang jauh lebih baik dan asri.

1 week ago
13








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668152/original/077929400_1701261763-unnamed.jpg)





English (US) ·