Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan Budi Santoso berharap peluncuran Program Rasa Rempah Indonesia (S’RASA) dapat semakin memperkuat branding kuliner Indonesia di mancanegara. Budi menyampaikan rempah atau bumbu masakan Indonesia mendapatkan respons yang baik dari pasar internasional.
"Ekspor rempah kita semester pertama itu meningkat 49 persen, jadi sangat tinggi," ujar Budi dalam acara Peluncuran Program Rasa Rempah Indonesia (S’RASA) di Sarinah, Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Budi menyampaikan rempah Indonesia selama ini menjadi kebutuhan bagi banyak restoran di berbagai dunia. Budi berharap program ini juga dapat mendukung eksistensi restoran-restoran Indonesia di luar negeri.
"Kita ingin mencoba mendukung ekspor tapi penggunanya untuk kepentingan branding, restoran kita, itu salah satu tujuannya," kata Budi.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri menyambut baik kolaborasi Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian BUMN, Kementerian Pariwisata, Kementerian UMKM, dan Kementerian Ekraf dalam program S'RASA. Widi menyebut program ini selaras dengan program high quality tourism Kemenpar yang mana gastronomi merupakan fokus promosi untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia.
"Hal ini juga mengundang wisatawan yang high end, dan juga memposisikan Indonesia menjadi destinasi kuliner yang berkualitas," ujar Widi.
Widi menyampaikan Kemenpar telah menggelar sejumlah program gastronomi selama ini. Widi menyampaikan kesiapan Kemenpar berkolaborasi dalam meningkatkan jumlah restoran Indonesia di luar negeri.
"Sangat penting memperkenalkan suatu negara dari rasa dan suasana sehingga meningkatkan minat dari warga luar negeri untuk datang berkunjung," kata Widi.