Hari Primata, Ibas Ajak Jaga Ekosistem dan Keseimbangan Alam

4 days ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan pentingnya pelestarian primata Indonesia dalam peringatan Hari Primata Indonesia 2026. Hal tersebut diungkap Ibas dalam sambutannya saat acara Peringatan Hari Primata Indonesia.

Ia menyebut primata memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem, sementara keberadaannya kian terancam oleh kerusakan habitat dan aktivitas manusia.

“Indonesia memiliki kekayaan primata luar biasa, tetapi tantangannya semakin besar. Habitat rusak, deforestasi, dan perburuan ilegal terus mengancam keberlangsungan mereka," kata Ibas melalui keterangsn pers diterima, Jumat (30/1/2026)

Menurut Ibas, meski Indonesia telah memiliki UU Konservasi dan regulasi perlindungan satwa, ancaman yang dihadapi primata semakin kompleks. Deforestasi berkelanjutan, perubahan iklim, perdagangan ilegal, hingga konflik manusia–primata terus terjadi seiring menyempitnya habitat satwa liar.

Dalam momentum ini, Ibas mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja sama dan merumuskan solusi yang lebih berkelanjutan. Ia mengapresiasi kebijakan pemerintah sebelumnya dan saat ini dalam upaya konservasi.

"Moratorium deforestasi pada masa Presiden SBY dan penguatan konservasi di era Presiden Prabowo Subianto adalah langkah penting. Tapi pelestarian primata membutuhkan kerja keras dan komitmen yang lebih besar," tegas dia.

Ibas memaparkan langkah strategis yang perlu diprioritaskan: pemberdayaan masyarakat melalui ekowisata, konservasi berbasis komunitas, pengelolaan habitat yang integratif, edukasi publik, pengembangan ekonomi ramah lingkungan, penegakan hukum tegas, pengentasan kemiskinan berkelanjutan, serta kemitraan internasional.

"Kita harus memastikan pembangunan berkelanjutan menjadi prioritas nasional demi keberlangsungan primata dan ekosistemnya," seru dia.

Sementara itu, Guru Besar SKHB IPB dan Ketua PSSP IPB, Prof. Drh. Huda Shalahudin Darusman menyampaikan, pentingnya riset primata untuk sains dan kesehatan global.

Senada, Anggota PSSP IPB, Dr. Puji Riyanti menekankan perlunya mitigasi konflik manusia–primata berbasi tata ruang. Ia juga membuka peluang pengendalian populasi melalui sterilisasi yang etis berdasarkan kajian ilmiah.

Berikutnya, Kepala UP Taman Margasatwa Ragunan, drh. Endah Rumiyati menyebut Ragunan memiliki peran strategis dalam menjaga biodiversitas nasional. Ia menyampaikan bahwa Ragunan seluas 127 hektare merawat 2.280 satwa, termasuk 25 jenis primata dengan total 251 ekor.

Read Entire Article