Dokter Harvard Ungkap 7 Makanan yang Sehat buat Usus, Cocok Dikonsumsi saat Diet!

10 hours ago 4
Jakarta -

Banyak orang menjadikan nasi putih sebagai 'musuh' mereka saat menjalani program penurunan berat badan. Asumsi ini menurut pakar Harvard tidak sepenuhnya benar.

Nasi putih bukan menu yang wajib dihindari saat diet. Sebaliknya, bila dimakan dengan porsi yang seimbang bersama asupan serat, protein, bisa bermanfaat bagi mikrobioma yang berperan dalam pencernaan.

dr Saurabh Sethi, ahli gastroenterologi yang menempuh pendidikan di Stanford dan Harvard, membagikan daftar makanan yang terbukti secara sains berpengaruh pada perubahan kecil pola konsumsi. Ini membuat perbedaan besar bagi kesehatan usus dan kesehatan secara keseluruhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa saja? Berikut rangkumannya, dikutip dari Times of India:

Pisang saat masih agak hijau

Menurut dr Sethi, pisang jauh lebih sehat saat masih agak hijau daripada ketika terlalu matang.

"Pisang kaya akan pati resisten, prebiotik yang memberi makan bakteri usus baik tanpa meningkatkan gula darah," jelasnya. Sebaliknya, ketika pisang berubah menjadi cokelat dan lunak, sebagian besar patinya diubah menjadi gula.

Kopi

Kopi dapat membantu pencernaan, tetapi juga dapat menyebabkan masalah.
Bagi banyak orang, kopi adalah hal pertama yang mereka minum di pagi hari. Kopi tidak hanya membangun energi, tetapi juga membantu motilitas usus dan mendukung mikroba baik.

Namun, dr Sethi memperingatkan agar tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Minum terlalu banyak kopi atau saat perut kosong terkadang dapat menyebabkan keasaman, refluks, kecemasan, atau feses yang encer.

Rempah-rempah

"Kita sering menganggap rempah-rempah hanya sebagai penambah rasa, tetapi sebenarnya rempah-rempah dapat dijadikan sebagai obat alami. Kunyit, jahe, dan adas, misalnya, memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat melindungi lapisan usus," tuturnya.

dr Sethi sendiri mengaku terbiasa mengonsumsi ketiganya dalam menjaga kesehatan usus.

Yogurt tawar

Supermarket saat ini dipenuhi dengan minuman probiotik yang menjanjikan kesehatan usus lebih baik. Namun, menurut dr Sethi, yogurt tawar dan makanan fermentasi alami lainnya jauh lebih unggul.

"Makanan fermentasi asli seperti yogurt tawar, kefir, atau asinan kubis menawarkan beragam varian rasa, tanpa tambahan gula yang dapat memicu pertumbuhan bakteri jahat," jelasnya.

Nasi putih

Nasi kerap dikaitkan dengan lebih mudahnya seseorang mengalami kenaikan berat badan. Namun, dr Sethi menunjukkan bahwa nasi putih, ketika didinginkan setelah dimasak, akan menghasilkan pati resisten.

Pati ini bertindak seperti serat dan mendukung kesehatan usus. "Nasi yang didinginkan membentuk pati resisten, yang bertindak seperti serat dan mendukung mikrobioma. Itulah sebabnya nasi sisa seringkali lebih mudah dicerna," katanya.

Buah beri

Jika mencari makanan yang melindungi usus dan mengurangi stres pada tubuh, buah beri adalah pilihan yang tepat. Blueberry, raspberry, dan delima dapat melawan stres oksidatif dan menutrisi bakteri usus yang sehat, seringkali lebih efektif daripada suplemen probiotik.

Biji-bijian

Serat memainkan peran penting dalam pencernaan, dan biji chia atau biji basil adalah sumber yang baik. "Mereka menyerap air, membentuk gel di usus, dan mendukung pencernaan yang lancar. Sangat baik untuk keteraturan dan nutrisi bagi mikroba bermanfaat," kata dr Sethi.

Menambahkan sesendok biji-bijian ini ke dalam menu makanan setiap hari dapat memperlancar pencernaan.

Selain fakta-fakta makanan ini, dr Sethi juga mengingatkan bahwa kebiasaan gaya hidup memengaruhi pencernaan sama pentingnya dengan pilihan makanan. Makan terburu-buru, stres, atau tidak mengikuti rutinitas dapat menyebabkan kembung dan mengganggu keseimbangan bakteri usus.

Ia menekankan bahwa usus berkembang pesat berkat konsistensi, makan teratur, tidur nyenyak, dan rutinitas yang stabil sama pentingnya dengan apa yang ada di piring.

(naf/kna)


Read Entire Article